Ambivalensi Representasi Janda dan Pemosisian Pembaca dalam Cerpen Janda Muda Karya NH Dini: Analisis Wacana Kritis Sara Mills
Abstract
Penelitian ini mengkaji representasi perempuan janda dalam cerpen Janda Muda karya NH Dini dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Cerpen ini merefleksikan realitas sosial tentang bagaimana janda sering kali mengalami subordinasi, marginalisasi, dan stigma dalam masyarakat patriarkal. Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi bagaimana tokoh utama, Warsiah, diposisikan sebagai subjek atau objek wacana serta bagaimana narasi membentuk perspektif pembaca terhadap kondisinya sebagai janda muda. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menerapkan model Sara Mills melalui analisis struktur tekstual, relasi subjek–objek, dan posisi pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warsiah lebih banyak ditempatkan sebagai objek penilaian sosial, khususnya oleh masyarakat sekitarnya yang mereproduksi norma patriarkal melalui bahasa dan narasi. Namun, terdapat pula momen di mana Warsiah menegaskan subjektivitasnya, terutama melalui keputusan melanjutkan pendidikan dan meraih kemandirian, yang menjadi bentuk perlawanan terhadap stigma yang melekat. Dualitas ini menegaskan posisi ambivalen janda: dimarginalkan secara sosial, tetapi tetap melakukan resistensi secara wacana. Penelitian ini berkontribusi pada kajian analisis wacana feminis dalam sastra Indonesia dengan memperlihatkan bahwa teks sastra tidak hanya menggambarkan, tetapi juga menegosiasikan ideologi gender.
.png)