Di Balik Kilau Hustle Culture: Gen Z dan Beban Mental Pekerjaan Freelance (Kajian Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk)
Gen Z dan Beban Mental Pekerjaan Freelance
Abstract
Penelitian ini memfokuskan pada gig ekonomi dan pekerja lepas di Indonesia, dengan mengeksplorasi dampak budaya hustle culture terhadap persepsi generasi Z tentang kesuksesan dan produktivitas. Kehidupan di media sosial yang dikenal sebagai "budaya kerja keras" mendorong semangat kerja tanpa henti sebagai faktor penting untuk meraih keberhasilan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi berupa teks, video youtube, serta artikel online terkait hustle culture di media sosial. Analisis dilakukan dengan menelaah struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro dalam teks untuk mengungkap representasi, ideologi, serta konstruksi wacana yang membentuk cara pandang generasi Z terhadap produktivitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa hustle culture tidak hanya memengaruhi identitas dan gaya hidup generasi Z, tetapi juga menimbulkan tekanan sosial yang berdampak pada kesehatan mental. Hal ini relevan bagi penelitian akademik maupun bagi pembuat kebijakan untuk merumuskan strategi ketenagakerjaan yang lebih inklusif, termasuk peningkatan akses jaminan sosial dan kampanye literasi kritis bagi pekerja lepas. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih baik tentang bagaimana ekonomi freelance dan hustle culture mempengaruhi kehidupan generasi Z.
.png)