Toponimi Elemen “Gunung” dalam Nama Jalan di Kawasan Surabaya: Identifikasi Identitas dan Memori Kolektif
Abstract
Penelitian ini mengkaji penggunaan elemen “Gunung” dalam nama jalan di Surabaya sebagai wujud toponimi penyimpan makna identitas lokal dan memori kolektif. Meskipun Surabaya secara topografis bukan kota pegunungan, sejumlah jalan menggunakan unsur “Gunung” (misalnya Gunungsari) yang mengandung makna historis, simbolik, dan emosional bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi nama-nama jalan di Surabaya yang menggunakan elemen “Gunung”, (2) menelusuri asal usul (etimologi), konteks sejarah dan topografi dari nama-nama tersebut, dan (3) memahami persepsi masyarakat terhadap nama jalan tersebut dan dampaknya terhadap memori kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi dokumen, analisis peta/topografi, dan wawancara dengan warga setempat serta pakar sejarah. Penelitian ini diharapkan mampu menunjukkan bahwa penggunaan unsur “Gunung” tidak hanya bersifat deskriptif/topografis tetapi juga berkaitan dengan identitas lokal, kenangan kolektif terhadap masa perjuangan atau perubahan nama, dan bahwa perubahan nama jalan yang mengandung unsur “Gunung” memicu reaksi sosial karena adanya kekhawatiran terhadap hilangnya memori sejarah. Implikasi penelitian ini meliputi rekomendasi bagi kebijakan penamaan dan perubahan nama jalan agar lebih sensitif terhadap dimensi sejarah dan budaya masyarakat.
.png)