Representasi Luka dan Cinta Rapuh dalam Lirik Lagu Fabio Asher: Analisis Semiotika Roland Barthes
Abstract
Penelitian ini menganalisis cara Fabio Asher menggambarkan cinta yang rapuh dan mudah berakhir melalui empat lirik lagu: Rumah Singgah, Tanpa Rasa Bersalah, Mahir Memberi Luka, dan Pelangi (Pelan-Pelan Menghilang). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori semiotika Roland Barthes untuk menelusuri tiga lapisan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotatif, keempat lagu menuturkan pengalaman kehilangan, perubahan hati, dan kehadiran yang bersifat sementara. Pada tingkat konotatif, cinta rapuh digambarkan melalui metafora ruang dan alam seperti rumah singgah dan pelangi, serta diksi luka dan pembalikan moral seperti mahir memberi luka dan tanpa rasa bersalah. Sementara itu, pada tingkat mitos, tanda-tanda tersebut menaturalisasi pandangan bahwa cinta bukan sesuatu yang kekal, melainkan perasaan yang indah justru karena ia bisa berakhir. Cara Fabio Asher menggambarkan cinta rapuh tampak melalui bahasa yang lembut, simbol alam yang fana, dan struktur lirik yang berulang, yang bersama-sama membentuk wacana tentang cinta temporer dalam budaya populer. Cinta dalam karyanya tidak dihadirkan sebagai kegagalan, tetapi sebagai bentuk kedewasaan emosional untuk menerima bahwa yang indah pun dapat memudar.
.png)