Representasi Kebudayaan Minangkabau dalam Cerpen "Rawang Tangkulak" karya Riko Safardi: Kajian Antropologi Sastra Koentjaraningrat

  • Siti Nuraini Putri Septiani UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Nur Mufid UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: antropologi sastra, budaya Minangkabau, Koentjaraningrat

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi unsur kebudayaan Minangkabau dalam cerpen Rawang Tangkuluak karya Riko Safardi dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra Koentjaraningrat. Cerpen tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat Minangkabau yang masih memegang teguh nilai adat dan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan antropologi sastra dipakai untuk menganalisis bagaimana unsur-unsur budaya seperti sistem religi, struktur sosial, bahasa, pengetahuan, tradisi, dan sistem mata pencaharian hidup tergambar melalui tokoh, latar, dan peristiwa dalam cerita. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca-catat untuk mengidentifikasi data berupa kutipan yang mencerminkan budaya Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Rawang Tangkuluak mengandung enam unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat. Sistem religi terlihat dari aktivitas mengaji di surau dan kepatuhan terhadap waktu salat. Struktur sosial tercermin dari hubungan antartokoh yang memperlihatkan stratifikasi antara masyarakat kaya dan miskin. Bahasa daerah Minangkabau tergambar melalui penggunaan kosakata khas seperti uda, uni, awak, dan datuk. Sistem pengetahuan muncul dari pemahaman masyarakat tentang bahaya Rawang sebagai pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi terlihat dari kebiasaan menggunakan daun pisang sebagai tempat makanan dan pakaian tradisional perempuan seperti kodek dan tangkuluak. Sedangkan sistem mata pencaharian hidup tergambar lewat tokoh Pak Jauhari dan Inah yang bekerja sebagai buruh upahan, tukang cuci, dan penjual sayur, menggambarkan kemandirian ekonomi masyarakat kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen Rawang tangkuluaktidak hanya merepresentasikan budaya Minangkabau, tetapi juga menegaskan nilai-nilai moral seperti kerja keras, kesederhanaan, religiusitas, dan kearifan dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Published
2025-12-25
Section
Articles