Representasi Kekecewaan dalam Lagu Daerah "Suwe Ora Jamu" karya Waljinah: Kajian Semiotika Roland Barthes
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi kekecewaan dalam lagu daerah Suwe Ora Jamu melalui kajian semiotika Roland Barthes. Lagu ini, berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan diciptakan oleh R. C. Hardjosubroto, dikenal sebagai tembang dolanan sederhana namun sarat makna filosofis. Dalam konteks budaya Jawa, ekspresi emosi seperti kekecewaan tidak diungkapkan secara langsung, melainkan melalui simbol dan metafora lembut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, yang fokus pada tiga makna Barthes, yaitu denotatif, konotatif, dan mitologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bait lagu Suwe Ora Jamu memuat makna yang menggambarkan proses emosional manusia dalam menghadapi kekecewaan. Simbol jamu, pertemuan, dan ati tidak hanya merepresentasikan pengalaman pribadi, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya Jawa seperti sabar, eling lan waspada, dan nrimo ing pandum. Lagu ini mengajarkan bahwa kekecewaan adalah bagian dari keseimbangan hidup yang harus diterima dengan kebijaksanaan batin.
.png)