Representasi Identitas Sendang Sebagai Tempat Keramat Untuk Pelestarian Alam Pada Cerpen Ikan-ikan Dalam Sendang : Kajian Ekologis Lawrence Buell
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi tempat keramat sebagai ekspresi etika ekologis dalam cerpen “Ikan-Ikan dalam Sendang” karya Kuntowijoyo. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana kepercayaan tradisional terhadap tempat keramat merepresentasikan kearifan lokal yang berperan dalam pelestarian lingkungan alam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori ekokritik Lawrence Buell dalam buku The Environmental Imagination (1995). Data penelitian berupa kutipan teks yang mencerminkan relasi manusia dan alam, khususnya melalui penggambaran sendang sebagai ruang sakral. Analisis dilakukan dengan menelusuri penerapan empat kriteria ekologis Buell, yaitu peran aktif alam nonmanusia, nilai non-antroposentris, tanggung jawab moral manusia terhadap lingkungan, dan pandangan alam sebagai proses dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sendang berfungsi bukan sekadar latar, melainkan entitas moral dan spiritual yang memengaruhi perilaku manusia. Cerita ini menggambarkan etika ekologis berbasis budaya lokal, di mana mitos dan tabu berperan sebagai mekanisme sosial untuk menjaga alam. Pelanggaran terhadap nilai kesakralan menyebabkan krisis ekologis dan spiritual, menandakan bahwa degradasi moral manusia berbanding lurus dengan kerusakan lingkungan. Penelitian ini menawarkan pembacaan baru terhadap karya Kuntowijoyo melalui perspektif ekokritik Buell dengan menekankan kesadaran ekologis dan kearifan lokal. Kajian ini memperluas wacana ekokritik sastra Indonesia dengan menunjukkan bahwa tempat keramat dapat menjadi simbol etika lingkungan sekaligus media literer yang menumbuhkan imajinasi ekologis pembaca.
.png)