Humor Politik Sebagai Strategi Kuasa: Kajian Wacana Kritis pada Ujaran Shahroni ”Cuma Anggota Dapur, Bukan DPR”

Abstract

Fenomena interaksi antara pejabat publik dan netizen dalam media sosial mempersoalkan dinamika debat yang kaya dengan aksi perebutan makna dan posisi kuasa. Penelitian ini mengurai ujaran Syahroni "Cuma anggota dapur, bukan DPR" sebagai respons terhadap serangan netizen menggunakan model Fairclough. Analisis memfokuskan pada tiga dimensi : teks , praktik wacana, dan praktik sosial . Analisis humor  yang ada pada saat ini merupakan usulan untuk menghilangkan konflik dan memanfaatkan metafora domestik ”anggota dapur” yang sangat kontras dengan posisi politik  DPR .​​​​ Pendekatan yang digunakan adalah wacana analisis kritis (CDA) dengan metode deskriptif-analitis kualitatif. Pada level praktik diproduksi sebagai bentuk defensif, didistribusikan secara masif melalui media sosial, dan ditafsirkan ulang oleh publik dengan berbagai respon, mulai dari apresiasi hingga kritik. Sementara itu, pada tataran praktik sosial, humor merupakan alat ideologisasi yang memungkinkan Syahroni menggeser relasi kuasa, membangun citra kesederhanaan, dan mengalihkan perhatian dari isi kritik. Dengan demikian, humor dapat dipahami bukan sekadar sebagai ungkapan keceriaan, melainkan sebagai strategi kekuasaan dalam komunikasi politik daring.

Kata kunci : Kata kunci: humor, strategi kuasa, kajian wacana kritis, resistensi, shahroni

 

Published
2026-01-14
Section
Articles