Aksi Bela Islam 212 Tahun 2016: Perspektif Teori Perilaku Kolektif N. J. Smelser
Abstract
Aksi Bela Islam 212 menjadi fenomena bersejarah didunia perpolitikan Indonesia, aksi 212 bertujuan untuk memenjarakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), aksi ini diikuti kurang lebih puluhan ribu sampai jutaan umat Islam dari seluruh wilayah Indonesia. Tujuan dan fokus penelitian ialah menjalaskan bagaimana tindakan kolektif yang terjadi dalam Aksi Bela Islam 212 di Jakarta 2 Desember 2016. Penelitian ini menggunakan metode penulisan sejarah yakni heuristik, verifikasi data, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian adalah Aksi Bela Islam 212 jika ditinjau dari perilaku kolektif milik N. J. Smelser dimulai kondusivitas struktural dengan munculnya video Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Pulau Seribu tanggal 27 September 2016. Kemudian terjadi ketegangan struktural menimbulkan kemarahan umat Islam menganggap Ahok menistakan agama Islam. Setelahnya, menjadi pertumbuhan dan penyebaran isu dari dikeluarkannya fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Faktor mempercepat yaitu disebarkannya isu oleh tokoh – tokoh yang berpengaruh dan framing dari media untuk kasus ini. Berbekal dari serangkaian isu yang ada, kemudian terjadi mobilisasi partisipan dimulai aksi pada 14 Oktober sampai 2 Desember 2016. Setelah terjadi demo besar – besaran pada akhirnya ada kontrol sosial dengan dijatuhkannya vonis pada Ahok selama 2 tahun penjara.
