Makna Simbolik Tradisi Nguras Taman di Desa Canga'an

  • Sinta Sunatul Umroh UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: makna simbolik, tradisi, Nguras Taman, Desa Canga’an

Abstract

Kebiasaan turun temurun yang ditinggalkan dan masih
mengalami keberlanjutan sehingga dapat memicu timbulnya kebudayaan
maka bisa disebut sebagai “tradisi”. Tradisi Nguras Taman adalah adalah
salah satu tradisi bersih desa dalam agenda tahunan yang menjadi
kebiasaan oleh warga sekitar dengan kegiatan Pemerintahan Desa
Canga’an pada setiap bulan Agustus yang bertujuan untuk mempererat
kerukunan antar warga sekaligus memperingati para pejuang Desa
Canga’an. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji makna simbolik
pada tradisi Nguras Taman yang ada di Desa Canga’an. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami makna simbolik yang
terkandung dalam tradisi Nguras Taman yang merupakan bagian dari
kearifan lokal masyarakat Desa Canga’an. Penelitian ini menggunakan
metode sejarah (historis) yang terdiri dari pengumpulan data atau sumber
(heuristik), kritik sumber (verifikasi), penafsiran (interpretasi), dan
penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian ini mengungkap makna
simbolik tradisi Nguras Taman di Desa Canga’an yang berkaitan erat
dengan nilai-nilai spiritual dan sosial sebagai bentuk pelaksanaan wasiat
salah satu sesepuh desa untuk penolak bala dan doa meminta keberkahan
kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, Nguras Taman dapat
dipahami sebagai wujud keharmonisan hubungan antara manusia dan
alam, serta upaya bersama dalam melestarikan warisan budaya yang
berharga.

Published
2024-10-11
Section
Articles