Sejarah Panjang Jimat pada Malam Maulid Nabi di Kota Cirebon

  • Cintani Septi Syabina UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Panjang jimat, ritual, perkembangan

Abstract

Tradisi Panjang Jimat merupakan upacara yang dilakukan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dengan harapan mampu untuk belajar dan meneladani ajaran yang telah Rasulullah SAW ajarkan, dengan mengkombinasikan Kebudayaan dan Syiar Islam pesan dan ajaran bisa tersampaikan kepada masyarakat. Tradisi ini dilakukan saat malam maulid Nabi Muhammad atau malam kelahiran nabi Muhammad, tradisi upacara sakral ini biasanya berada di tiga keraton Cirebon, yaitu: Kanoman, Kasepuhan dan Kacirebonan, pada abad ke 15 lalu yang mengadopsi kegiatan upacara panjang jimat yang disesuaikan dengan adat keraton yakni digelarnya upacara panjang jimat atau kerap disebut pelal. Upacara panjang jimat masih dilakukan disetiap tahunnya sampai saat ini. Fokus penelitian ini akan membahas yang pertama bagaimana sejarah Panjang Jimat Di kota Cirebon, kedua Bagaimana Ritual Dalam Prosesi Panjang Jimat, ketiga Bagaimana Perkembangannya dari zaman dahulu hingga zaman sekarang. Dalam penyusunan karya ilmiah ini menerapkan metode kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research) dengan bersumber pada skripsi, jurnal juga artikel online sebagai sumber sekunder, serta adanya tiga keraton di Cirebon Kanoman, Kasepuhan dan Kacirebonan, sebagai sumber primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi upacara panjang jimat yang dilakukan masyarakat kota Cirebon sudah ada sejak nenek moyang yang dilakukan secara turun tumurun, masyarakat menganggap dengan adanya upacara ini mendapatkan rahmat dari Allah, dan mendapatkan keberkahaan dari nabi Muhammad dan Sunan Gunung Jati.Selain itu, Tradisi upacara panjang jimat ini memiliki potensi sebagai salah satu wisata yang digemari wisatawan dari lokal dan internasional yang berkunjung ke keraton di Cirebon.

Published
2024-10-11
Section
Articles