Tradisi Manganan di Makam Mbah Songgo Negoro Desa Gading Kabupaten Pasuruan

  • Shofiyya Mawaddah UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Imam Ibnu Hajar UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Tradisi, berkat, Manganan

Abstract

Tradisi Manganan di Makam Mbah Songgo Negoro Desa Gading Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu bentuk selametan dalam sedekah desa yang dipraktikkan sebagai penghormatan kepada para leluhur. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses pelaksanaan, berkat sebagai simbol, serta makna dan filosofi dalam tradisi Manganan di Desa Gading. Dengan menggunakan pendekatan historis dan pendekatan etnografi. Hasil penelitian ini, tradisi Manganan dilakukan setiap jumat legi bulan Suro, bagi masyarakat Gading berkat merupakan simbol rasa syukur, Manganan memiliki makna dan filosofi rasa syukur kepada Tuhan dan leluhur sangatlah penting sebagai bagian dari keseimbangan hidup. Dapat disimpulkan bahwa tradisi Manganan memiliki akar sejarah yang kuat dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Desa Gading. 

Published
2024-10-30
Section
Articles