Strategi Digitalisasi Koleksi Museum Sunan Giri untuk Meningkatkan Akses dan Pelestarian Warisan Budaya Islam

  • Emi Sukhrotun Nisa UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Digitalisasi, Museum Sunan Giri, Virtual Tour Museum

Abstract

Banyaknya artikel online yang membahas kurangnya minat masyarakat terhadap museum sejarah menjadi motivasi dilakukannya penelitian berikut. Masyarakat terutama generasi digital sering kali masih menganggap keberadaan museum sejarah hanya sebagai tempat penyimpanan barang-barang kuno, sehingga untuk menepis persepsi ini penting bagi pengelola museum menerapkan teknologi dan digitalisasi yang dapat membangun rasa bangga dan cinta tanah air melalui pengenalan warisan sejarah. Museum Sunan Giri telah melakukan transformasi informasi dari yang berupa non-digital menjadi digital yaitu dengan menghadirkan virtual tour museum yang dapat diakses lewat web  https://pariwisata.gresikkab.go.id/museumsunangiri/. Fokus penelitian ini akan membahas yang pertama mengenai bagaimana sejarah Museum Sunan Giri dan yang kedua mengenai apa itu virtual tour museum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi partisipatif dan studi dokumentasi dari koleksi-koleksi yang tersimpan di Museum Sunan Giri. Hasil penelitian ini menunjukkan Museum Sunan Giri didirikan pada 9 Maret 2002 dan diresmikan pada 17 Maret 2003 dengan tujuan sebagai pusat informasi dan edukasi tentang sejarah purbakala Kabupaten Gresik. Museum Sunan Giri telah menerapkan virtual tour museum yang dapat memberi pengalaman bagi pengunjung untuk menjelajahi museum secara online dan mengakses informasi benda-benda koleksi yang tersedia dalam bentuk digital.

Published
2024-10-11
Section
Articles