Tradisi Nanjak Ambeng pada Akhir Bulan Suci Ramadhan di Paciran

  • Suci Yuni Setiawati UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Imam Ibnu Hajar UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: nanjak ambeng, ramadhan, Paciran

Abstract

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang sangat di nanti oleh umat muslim. Bulan ini menjadi ajang umat muslim untuk berlomba-lomba mencari pahala berkali-lipat. Umat muslim memiliki cara yang berbeda-beda dan unik dalam menjalankan puasa Ramadhan. Tradisi buka bersama pada bulan ramadhan di Paciran mejadi daya tarik bagi warga Paciran atau wong Ciran. Tradisi ini disebut dengan Nanjak Ambeng yang memiliki arti makan bersama di talam yang besar dengan cara memblokir jalan di sepanjang Desa Paciran dan Dusun Padeg, Desa Sumurgayam. Dalam penelitian lapangan ini, peneliti menggunakan wawancara sebagai sumber data. Selain itu, penulis juga melakukan penelitian kepustakaan yang nantinya dapat menjadi data pendukung dalam penelitian ini. Ternyata rangkaian utama dalam tradisi Nanjak Ambeng ini ialah pengajian rutinan pada akhir bulan suci Ramadhan di kompleks Pondok Pesantren Karangasem. Kebiasaan yang di gelar oleh wong Ciran ini adalah kearifan lokal dalam membentuk kebersamaan agar bisa saling mengeratkan hubungan antar warga dan antara pemimpin (tokoh masyarakat dan kepala daerah) dengan masyarakatnya.

Published
2024-10-11
Section
Articles