Implementasi Tradisi Nyare Dhina pada Pernikahan di Kampung Sebaneh Bangkalan
Abstract
Tradisi nyare dhina merupakan tradisi yang masih dilaksanakan di beberapa
daerah di Indonesia dengan penyebutan yang berbeda-beda, terutama di kalangan
masyarakat Madura. Tradisi ini memiliki artian mencari hari baik. Dalam konteks
pernikahan, nyare dhina adalah proses mencari hari yang dianggap paling baik dan
membawa keberuntungan bagi pasangan yang akan menikah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji proses dan implementasi nyare dhina pada Kampung Sebanah
Kecamatan Bangkalan. Proses penentuan yang dilakukan oleh masyarakat biasanya
melibatkan kunjungan kepada tokoh yang dianggap memiliki pemahaman lebih dalam
tentang agama dan perhitungan tersebut. Mereka juga mendatangi seorang kyai yang
menurut mereka paham. Kemudian, apa yang dianggap baik oleh kyai atau tokoh tersebut
akan dilaksanakan oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu sumber
primer yang ada, seperti wawancara, dokumentasi, dan observasi. Serta sumber sekunder,
seperti artikel jurnal yang terjadi pada masa lampau. Penelitian ini menghasilkan
implementasi tradisi yang masih terus dilestarikan sebagai bagian penting dari rangkaian
adat pernikahan di desa tersebut.
