Studi Perilaku Peziarah di Makam Sunan Bungkul Surabaya (Analisis Antropologi Budaya)

  • M Ravi Syahrial UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Perilaku, Peziarah, Ziarah, Makam, Sunan Bungkul

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perilaku peziarah di makam Sunan Bungkul. Makam Ki Ageng Bungkul atau biasa disebut Sunan Bungkul terletak di dalam komplek Taman Bungkul, Darmo, Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sunan Bungkul memiliki nama asli Mpu Supo atau Ki Ageng Supo hidup di abad 15 (1400-1481 M), merupakan bangsawan Majapahit pada masa kekuasaan Brawijaya V. Setelah masuk Islam, ia berganti nama menjadi Syekh Mahmuddin dan menjadi tokoh penyebar agama Islam di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Penelitian ini berfokus pada 2 permasalahan yaitu: (1) Siapakah sosok Sunan Bungkul? (2) Bagaimana motif atau perilaku peziarah di makam Sunan Bungkul?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumen.

Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Sunan Bungkul diyakini oleh peziarah sebagai salah satu wali besar, yang telah berdakwah untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Surabaya dan sekitarnya.  Perilaku peziarah di makam sunan bungkul berbeda-beda. Baik dari latar belakang, kepercayaan, praktik serta motif dari perilaku peziarah. Penulis menemukan berbagai macam latar belakang peziarah mulai dari kalangan santri, tokoh masyarakat, karyawan swasta, wirausahawan, sampai pejabat. Masing-masing peziarah memiliki praktik yang juga tidak sama, antara lain, hanya sekedar berdoa kemudian pulang, ada juga dari kalangan santri yang menetap, dengan ketentuan hari yang berbeda-beda guna menyelesaikan amalan wirid ataupun mengkhatamkan Al-Qur`an. Motif dari peziarah juga beragam; diantarannya yaitu hobi atau rasa suka terhadap suasana makam, adanya perintah atau saran dari guru, mempunyai hajat atau keinginan besar, sampai mencari jawaban atas permasalahan hidup. 

Published
2024-10-11
Section
Articles