Islam dan Budaya Lokal: Dinamika Keberagaman dan Pelestarian Tradisi di Desa Argosari Tengger (1997-2024)

  • Queen Tamalla Hasan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Argosari, Tengger, Islam, Budaya, Haji Matro’i

Abstract

Suku Tengger merupakan kelompok etnis asli yang menetap di daerah pegunungan Bromo Jawa Timur. Masyarakat Suku Tengger dikenal dengan kearifan lokalnya yang kuat. Mereka hidup harmonis dengan alam dan menjunjung tinggi tradisi leluhur. Artikel ini mengkaji asal-usul Suku Tengger dan Islamisasi di Desa Argosari Tengger, serta posisi Islam sebagai komunitas minoritas dalam konteks mayoritas Hindu. Kedua membahas upaya masyarakat Argosari Tengger dalam mempertahankan warisan budaya di era modern. Penyusunan artikel ini menerapkan metode sejarah, yang diawali tahapan pengumpulan sumber melalui studi pustaka seperti buku, artikel jurnal, dan tugas akhir. Selanjutnya dilakukan kritik sumber secara internal guna menilai validitas dan keakuratan sumber, sebelum ke tahap interpretasi dan historiografi. Berangkat pada konsep multikulturalisme dan pendekatan antropologi budaya, penelitian menunjukkan bahwa Suku Tengger sudah ada sejak Zaman Majapahit, mereka tinggal di tanah suci yaitu Tanah Tengger dan masyarakatnya dianggap sebagai abdi spiritual yang patuh dari Sang Hyang Widhi Wasa. Sementara Islam masuk di komunitas masyarakat Hindu Tengger Desa Argosari pada 1997 yang didakwahi oleh Haji Matro’i. Warisan tradisi di Desa Argosari Tengger yang masih dilestarikan hingga kini, antara lain Upacara Karo, Upacara Yadnya Kasada, dan Upacara Unan-Unan.

Published
2024-10-11
Section
Articles