Kontribusi K.H Muhammad Idris Djauhari di Pondok Al Amin Prenduan, Madura

  • Diaz Abeyasa Qowiyyul Amien UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Abd. A'la UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Rochimah UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Kata Kunci: Pesantren , K.H. M Idris Jauhari, Kontribusi, Al Amien, Prenduan.

Abstract

Terkenal sebagai orang yang cukup besar perhatian terhadap dunia pendidikan agama. Pada tahun 1965 M, KH. Ach. Djauhari Chatib tidak segan untuk mengirimkan ketiga anaknya, salah satunya KH. Muhmmad Idris Jauhari untuk belajar, menempuh pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo yang dipimpin kyai yang sangat kharismatik yaitu KH. Imam Zarkasyi. Muhammad Idris Jauhari merupakan sosok yang sangat luar biasa. Pada masa remaja (19), beliau sudah mulai mengembangkan Al Amien Prenduan dan beliau pula yang merumuskan konsep pendidikan Mu’allimien secara utuh, ilmiah dan terstruktur, sehingga menjadi rujukan standar bagi pesantren-pesantren mu’adalah di Indonesia. Ustadz Idris mampu merumuskan konsep Mu’allimien yang bisa diterima semua pesantren, bukan hanya yang modern seperti Pondok Gontor, tapi juga yang Pondok Salafi seperti Pesantren Sidogiri. KH. Muhammad Idris Jauhari, lahir di Sumenep pada 27 Dzulkhijah 1371 H/28 November 1952 M lahir di Prenduan Kabupaten Sumenep Madura, dari pasangan KH. Ach. Djauhari Chatib dan Nyai Hj. Maryam. KH. Muhammad Idris Jauhari merupakan putera ketiga dari tiga bersaudara. Kamis (28 Juni 2012 M/8 Sya’ban 1433H) menjadi hari penuh duka. KH. Muhammad Idris Jauhari, atau populer disebut Kiai Idris dan akrab disapa Ustadz Idris, menghembuskan napas terakhir di kediamannya Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Madura.

Published
2024-11-08
Section
Articles