Gedung Cak Durasim: Monumen Hidup Seni Ludruk dan Perjuangan Budaya Surabaya
Abstract
Artikel ini mengkaji sejarah dan peran Gedung Cak Durasim sebagai monumen budaya yang merefleksikan seni tradisional Ludruk serta perjuangan sosial-budaya di Surabaya. Fokus utama penelitian ini adalah dua aspek penting: pertama, biografi Cak Durasim, seorang maestro Ludruk yang memanfaatkan seni pertunjukan sebagai sarana perlawanan sosial dan kritik politik pada masa pendudukan Jepang. Kedua, artikel ini mengeksplorasi sejarah perkembangan Gedung Cak Durasim dari awal pendiriannya sebagai pusat kesenian hingga bertransformasi menjadi simbol hidup bagi pelestarian seni Ludruk di Surabaya. Melalui pendekatan sejarah sosial-budaya dan teori memori kolektif, artikel ini menelusuri bagaimana Gedung Cak Durasim berperan penting dalam menjaga keberlangsungan seni Ludruk di tengah perubahan sosial dan budaya kota Surabaya. Temuan menunjukkan bahwa Gedung Cak Durasim tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertunjukan, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya masyarakat Surabaya yang terus berjuang mempertahankan warisan kesenian tradisional di era modern.
