Kepemimpinan Politik Yazid bin Muawiyah 680-683 M
Abstract
Penelitian ini mengkaji kepemimpinan politik Yazid bin Muawiyah sebagai khalifah kedua dalam Dinasti Umayyah yang menghadapi berbagai tantangan politik dan sosial. Masalah utama dalam penelitian ini adalah konflik internal yang terjadi selama pemerintahannya serta dampaknya terhadap kesatuan umat Islam dan stabilitas kekhalifahan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis gaya kepemimpinan Yazid bin Muawiyah, kebijakan-kebijakan yang diterapkan, serta faktor-faktor yang menyebabkan konflik politik selama masa pemerintahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan historis-kritis dengan analisis dokumen primer dan sekunder terkait periode kekuasaan Yazid bin Muawiyah (680-683 M). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Yazid bin Muawiyah diwarnai oleh kontroversi politik yang signifikan, terutama terkait peristiwa Karbala dan pemberontakan di berbagai wilayah kekhalifahan. Penelitian ini mengungkap bahwa meskipun Yazid memiliki visi untuk mempertahankan kekuasaan Umayyah, pendekatan politik yang ditempuhnya justru memperdalam perpecahan dalam komunitas Islam dan memicu gerakan perlawanan yang berkelanjutan. Penelitian ink memberikan kontribusi penting dalam pemahaman dinamika politik Islam pada periode transisi setelah masa Khulafaur Rasyidin.
