Kemunduran Ishari dalam Bayang-Bayang Popularitas Banjari dan Habsyi di Sidoarjo
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan seni hadrah di Sidoarjo serta faktor yang memengaruhi perbedaan popularitas antara ishari, banjari, dan habsyi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustaka dan analisis komparatif. Data dikumpulkan melalui telaah literatur berupa artikel jurnal, buku, laporan kegiatan, dan dokumen komunitas seni yang relevan. Sumber data meliputi publikasi akademik mengenai seni hadrah di Jawa Timur dan laporan praktik kesenian di masyarakat Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ishari sebagai seni hadrah tertua di Sidoarjo mengalami kemunduran popularitas, sedangkan banjari dan habsyi justru berkembang pesat. Perbedaan popularitas ditentukan oleh empat faktor utama, yakni musikalitas yang lebih variatif, partisipasi gender yang lebih inklusif, keberadaan media dan figur pionir, serta kemampuan beradaptasi dengan selera publik.
