Intgerasi Budaya Lokal dan Islam: Tradisi Cowekan Serta Hadrah Ishari dalam Maulid Nabi di Masjid Agung Jamik Bangil

  • Vivi Rochimatul Aini UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Muzaiyana UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Tradisi Cowekan, Hadrah Ishari, Maulid Nabi, Budaya Lokal

Abstract

Di Masjid Agung Jamik Bangil terdapat sebuah tradisi unik ketika memperingati Maulid Nabi yakni adanya tradisi cowekan dan Hadrah Ishari. Tradisi cowekan merupakan tradisi membawa cobek yang diisi dengan hasil bumi warga sekitar yang nantinya akan ditukar dengan milik warga yang lain untuk dibawa pulang. Sedangkan Hadrah Ishari dimainkan untuk mengiringi pembacaan Maulid diba’. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memaparkan latar belakang dari integrasi budaya lokal dan Islam dalam tradisi cowekan dan Hadrah Ishari kemudian menjelaskan bentuk serta makna yang dikandungnya dan apa implikasinya dalam pembentukan nilai religiusitas dan solidaritas jemaah. Maka, penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan sumber primer wawancara mendalam dengan takmir masjid dan dokumentasi kegiatan. Hasil temuan menunjukkan, pemilihan cobek sebagai wadah disebabkan saat itu masyarakat belum banyak memakai wadah makan seperti sekarang dan hadrah Ishari yang memang berakar kuat di Pasuruan. Bentuk integrasinya diwujudkan dengan membawa cobek sebagai tempat makanan sebab cobek dianggap sebagai representasi dari manusia dan Hadrah Ishari sebagai bentuk sukacita atas lahirnya nabi Muhammad. Sedangkan implikasinya meliputi pengorbanan sebagai umat Islam untuk Nabi atau kedermawanan dan sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah yang syar’i dengan tetap mengakar dari kesenian lokal.

Published
2025-11-05
Section
Articles