Strategi Dakwah Islam Awal di Nusantara Perspektif Ahmad Mansur Suryanegara

  • Maya Maisaroh UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Dakwah, Islamisasi, Nusantara, Ahmad Mansur Suryanegara

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi dakwah Islam awal di Nusantara berdasarkan perspektif Ahmad Mansur Suryanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pandangan Suryanegara mengenai awal masuknya Islam ke Nusantara, mengkaji strategi dakwah yang digunakan dalam proses Islamisasi, dan menyebarkan relevansi strategi dakwah tersebut terhadap masyarakat pada masanya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, fokus pada analisis konten dari karya-karya Ahmad Mansur Suryanegara, khususnya buku Api Sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ahmad Mansur Suryanegara berpendapat Islam masuk ke Nusantara jauh lebih awal dari teori-teori sebelumnya, yaitu sejak abad ke-7 Masehi, dibawa langsung oleh para pedagang dan ulama dari Arab. Strategi dakwah yang dominan adalah dakwah kultural yang adaptif dan persuasif, melalui jalur perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian (seperti wayang), dan tasawuf. Pendekatan ini memungkinkan Islam diterima secara damai dan bertahap, tanpa konfrontasi, serta mampu berasimilasi dengan budaya lokal yang sudah ada. Relevansi strategi dakwah ini sangat tinggi karena mampu menciptakan masyarakat yang harmonis dan menerima Islam sebagai bagian integral dari identitas mereka, menunjukkan bahwa pendekatan yang mengedepankan kearifan lokal dan dialog budaya adalah kunci keberhasilan Islamisasi di Nusantara.

Published
2025-11-05
Section
Articles