Akulturasi Islam dan Tradisi Kejawen di Mataram Abad XVII Menurut De Graaf (1613-1703)
Abstract
Studi ini mengkaji perspektif HJ de Graaf tentang akulturasi Islam dan adat Jawa di Mataram selama abad ke-17, dengan fokus khusus pada masa pemerintahan Sultan Agung dari tahun 1613 hingga 1645. Tiga isu-isu utama yang dibahas: pemahaman De Graaf tentang proses akulturasi Islam dalam Kejawen; kedua , karakteristik dan keterbatasan analisis De Graaf; dan ketiga, bagaimana perspektif De Graaf dibandingkan dengan karya-karya sejarawan lain, seperti Ricklefs atau Sartono Kartodirdjo. Karya De Graaf, “De Regering van Sultan Agung dan Kerajaan - Kerajaan Islam di Jawa, ini menjadi sumber utama penelitian. Dengan menggunakan studi historiografi dan kajian utama studi primer. Penelitian ini menunjukkan bahwa De Graaf memandang akulturasi Islam-Kejawen sebagai proses bertahap yang menampilkan sinkretisme antara nilai-nilai Islam dan kosmologi Jawa kuno. Salah satu ciri analisis De Graaf adalah penggunaan babad Jawa sebagai sumber lokal yang dipadukan dengan dokumen kolonial. Namun analisis ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti kecenderungan ke arah eurosentris dan kurangnya pandangan sosial rakyat kecil. Analisis De Graaf lebih banyak tekanan pada peran elit Mataram dan politik istana. Studi ini menegaskan karya-karya De Graaf harus di integrasikan ke dalam tradisi historiografi kolonial yang berupaya mengakses sumber - sumber lokal sambil tetap dibatasi oleh kerangka interpretatif Eropa.
