Pemikiran KH. Afifuddin Muhajir (1955-2025): Peran dalam Transformasi Fikih Kenegaraan di Indonesia
Abstract
KH. Afifuddin Muhajir merupakan salah satu ulama pesantren yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan pemikiran fikih tata negara di Indonesia. Permasalahan penelitian ini berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana latar pendidikan pesatren membentuk pemikirannya, bagaimana ia mengajarkan kitab-kitab klasik, serta bagaimana kontribusinya dalam menjembatani nilai-nilai Islam tradisional dengan kebutuhan pemerintahan dan demokrasi, terutama di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri biografi KH. Afifuddin Muhajir, mendeskripsikan perjalanan intelektualnya, serta menganalisis relevansi pemikiran fikih tata negara yang ia gagas terhadap konteks kenegaraan Indonesia. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan historis-intelektual, memanfaatkan sumber primer berupa karya-karya beliau, serta sumber sekunder dari artikel jurnal, prosiding, dan publikasi akademik. Hasil penelitian menujukkan bahwa pendidikan di Pesantren Sukorejo membentuk dasar keilmuan beliau, terutama dalam ushul fiqh, sementara interaksinya dengan pendidikan formal dan forum keilmuan NU memperluas cakrawala pemikirannya. Pemikirannya tentang fikih tata negara menekankan nilai keadilan, kemaslahatan, dan persatuan, serta menempatkan Pancasila sebagai dasar negara yang tidak bertentangan dengan syariat. Dengan demikian, KH. Afifuddin Muhajir berperan penting dalam mengintegrasikan tradisi pesantren dengan tuntutan demokrasi modern.
