Peran Fatayat NU dalam Gerakan Sosial (1950-2005)

  • Siti Ramandani UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Wasid UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Fatayat NU, Gerakan Sosial, Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang Peran Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dalam Gerakan Sosial di Indonesia pada periode 1950-2005, dengan fokus kajian bagaimana organisasi ini memobilisasi sumber daya sosial untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di lingkungan keagamaan dan masyarakat. Dalam penyusunan artikel ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis historis, dan teori yang digunakan adalah teori Mobilisasi Sumber Daya (Resource Mobilization Theory) yang dikemukakan oleh John D.McCarthy dan Mayer N.Zald. Sumber primer yang didapatkan berasal dari buku yang berjudul ”Menapak Jejak Fatayat NU: Sejarah Gerakan, Pengalaman dan Pemikiran”, serta sumber sekunder yang didapatkan berasal dari artikel, jurnal serta web yang berhubungan dengan topik pembahasan.  Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Fatayat NU telah memainkan peran strategis dalam transformasi sosial-keagamaan perempuan NU. Periode 1950-2005 menandai dinamika penting dalam kiprah Fatayat NU yang tidak hanya memperjuangkan hak-hak perempuan, tetapi juga memperkuat posisi perempuan dalam membangun bangsa melalui kerja sama lintas organisasi, lembaga pemerintah, dan mitra internasional. Dengan demikian, Fatayat NU menjadi contoh nyata gerakan sosial berbasis nilai keagmaan yang berkontirubusi terhadap perubahan sosial inklusif dan berkeadilan gender di Indonesia.

Published
2025-11-05
Section
Articles