Peran Peran Mohammad Natsir dalam Dakwah dan Politik di Liga Muslim Dunia
Abstract
Mohammad Natsir (1908-1993) merupakan sosok penting dalam sejarah Islam dan politik di Indonesia serta berpengaruh di tingkat global. Selain menjabat sebagai Perdana Menteri ke-5 Indonesia dan pimpinan Partai Masyumi, ia juga aktif dalam organisasi Islam internasional seperti Presiden Liga Muslim Dunia dan Ketua Dewan Masjid Dunia. Kajian ini menggunakan literatur biografi dan jurnal akademik untuk menguraikan dampak serta relevansi kiprah Mohammad Natsir secara menyeluruh. Dalam kepemimpinannya di Liga Muslim Dunia, Natsir mengedepankan dakwah Islam yang moderat, inklusif, dan dialogis, menyesuaikan perjuangan Islam dengan dinamika politik global yang kompleks. Melalui pengaruhnya, Liga Muslim Dunia menjadi platform strategis untuk mempersatukan berbagai kelompok dan mazhab Islam serta memperkuat suara umat Islam dalam kancah diplomasi internasional, sekaligus menjembatani perbedaan budaya dan kepentingan nasional. Natsir berhasil menggabungkan peran dakwah dan politik Islam melalui pendekatan yang moderat dan menerima keberagaman, mempererat solidaritas umat Islam di berbagai negara serta fokus pada isu-isu strategis seperti perjuangan untuk Palestina. Pemikirannya menekankan pentingnya integrasi prinsip-prinsip Islam dengan nilai demokrasi dan keadilan sosial, serta menolak sikap politik ekstrem yang berpotensi memecah belah. Lewat peran sentralnya di berbagai organisasi Islam dunia, Natsir turut menguatkan posisi umat Islam Indonesia dan global dalam diplomasi internasional. Warisan pemikirannya sangat berpengaruh dalam perkembangan dakwah dan politik Islam modern serta menginspirasi generasi masa kini untuk menerapkan dakwah yang inklusif, damai, dan progresif dalam mengelola pluralitas di masyarakat global.
