Perbedaan Kebudayaan Peringatan Ruwah Desa Gesikharjo Tuban dan Ruwahan Sendangduwur Lamongan
Abstract
Tradisi ruwah merupakan bagian dari kearifan lokal Jawa yang masih dilestarikan di berbagai daerah, termasuk di Desa Gesikharjo, Tuban, dan Sendang Duwur, Lamongan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kebudayaan dalam peringatan ruwah di kedua desa tersebut melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruwah di Gesikharjo Tuban bercorak agraris dan komunal, tercermin dalam sedekah bumi, doa bersama, serta hiburan rakyat sebagai penguat solidaritas sosial. Sementara itu, ruwahan di Sendang Duwur Lamongan lebih menonjolkan dimensi religius, berpusat pada kompleks makam Sunan Sendang Duwur sebagai sarana penghormatan leluhur dan dakwah Islam. Perbedaan ini menunjukkan adanya dinamika interaksi antara tradisi lokal, agama, dan identitas masyarakat. Dengan demikian, ruwah tidak hanya berfungsi sebagai tradisi ritual, tetapi juga sebagai media integrasi sosial dan ekspresi budaya religius yang beragam sesuai konteks lokal.
