Transisi Budaya Jawa Islam di Abad ke-17: Peran Bojonegoro Sebagai Jalur Utara-Selatan

  • Cello Yasa Novembi Ramadhani UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Nyong Eka Teguh Iman Santosa UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Bojonegoro, Islamisasi Jawa, Budaya Lokal, abad ke-17, JalurĀ Utara-Selatan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran penting wilayah Bojonegoro dalam perubahan budaya Jawa menuju Islam pada abad ke-17. Fokus utamanya adalah melihat bagaimana Bojonegoro berfungsi sebagai jalur penghubung antara daerah pesisir utara dan wilayah pedalaman selatan Jawa Timur. Adapun pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana letak geografis dan kondisi sosial Bojonegoro memengaruhi penyebaran agama Islam? (2) Perubahan budaya lokal seperti apa yang muncul akibat masuknya Islam di daerah ini? (3) Siapa saja tokoh yang berperan besar dalam proses Islamisasi di Bojonegoro?. Penelitian ini memakai pendekatan sejarah kualitatif, yaitu dengan mengkaji sumber-sumber tertulis dan peninggalan yang ada. Metodenya mencakup studi pustaka dan analisis sumber-sumber, cerita atau tradisi lisan, serta benda-benda keagamaan seperti masjid tua dan makam para ulama. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh literatur akademik tentang sejarah Islam di Jawa, jurnal antropologi budaya, dan kajian arkeologi. Dari hasil sementara, terlihat bahwa Bojonegoro punya peran penting sebagai pusat penyebaran Islam, terutama lewat jalur Sungai Bengawan Solo dan keberadaan pesantren-pesantren awal. Proses Islamisasi di daerah ini tidak hanya mengubah keyakinan masyarakat, tetapi juga memengaruhi struktur sosial, seni, dan cara hidup sehari-hari. Penelitian ini diharapkan bisa menambah pemahaman kita tentang sejarah lokal Bojonegoro dalam kaitannya dengan penyebaran Islam dan perubahan budaya di Jawa.

Published
2025-11-05
Section
Articles