Kembang Mulud: Tradisi Masyarakat Osing dalam Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Banyuwangi
Abstract
Tradisi Kembang Mulud atau Endog-endogan merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya dan religius masyarakat Osing di Banyuwangi dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini telah menjadi agenda rutin tahunan pada bulan Maulid atau Rabiul Awal yang dilakukan oleh masyarakat banyuwangi khususnya masyarakat Osing yang bertujuan untuk mempererat kerukunan antar warga sekaligus memperingati bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Fokus penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah, prosesi dan makna simbolik pada tradisi Kembang Mulud yang dilaksanakan oleh masyarakat Osing di Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memhami makna yang terkandung dalam tradisi Kembang Mulud yang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Osing di Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. HasilĀ dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Kembang Mulud berawal dari upaya dakwah islam yang dikemas dalam bentuk budaya lokal. Proses pelaksanaanya meliputi pembuatan endhog hias, arak-arakan, pembacaan shalawat, dan pembagian telur kepada masyarakat. Secara simbolik, telur melambangkan kelahiran dan iman, islam, serta ihsan. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, namun juga mempererat persaudaraan antar masyarakat Osing di Banyuwangi.
