Fungsi Sosial dan Nilai Keislaman dalam Tradisi Nyekar Urut di Desa Peganden Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik

  • Salma Ria Angelina UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Wasid UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Peganden, Nyekar Urut, Tradisi, Fungsi, Nilai Keislaman

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tradisi nyekar yang dilakukan secara berurutan ke lima makam dan Sumur Gong yang merupakan salah satu ritual pra-pernikahan yang masih dilestarikan di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Kabupaten Manyar, Kabupaten Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul tradisi nyekar urut, kemudian mendeskripsikan tata pelaksanaan dan tujuan dari tradisi tersebut, serta menganalisis fungsi sosial dan nilai keislaman yang terkandung didalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif-historis, melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, observasi langsung di situs makam, serta penelusuran dokumen dan sumber tertulis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi nyekar urut berakar dari perpaduan antara ajaran islam tentang ziarah kubur dengan tradisi lokal penghormatan terhadap leluhur yang berkaitan dengan cerita pembentukan desa. Pelaksanaannya dilakukan dengan menyiapkan bunga tabur, telur, dan tumpeng kecil – yang hanya diambil sengenggam untuk setiap situs – beralaskan daun pisang yang diletakkan diatas makam secara berurutan. Urutan ziarah dipercaya membawa kelancaran pada waktu acara pernikahan berlangsung. Secara sosial, tradisi ini berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai-nilai adat dan penghormatan terhadap leluhur, menjaga hubungan antar generasi, memperkuat kedudukan tokoh adat seperti sesepuh desa sebagai penjaga tradisi dan menjadi pengingat moral dan sosial bahwa tradisi ini dipercaya dapat menjaga kelancaran acara pernikahan. Sementara dari sisi keagamaan, tradisi ini mengandung nilai-nilai keislaman seperti doa untuk leluhur, ta’dzim (penghormatan terhadap pendahulu), kesadaran akan kematian, serta keimanan kepada hari akhir, yang memperlihatkan bentuk living Islam, yaitu perwujudan ajaran Islam yang hidup, beradaptasi, dan terinternalisasi dalam budaya lokal masyarakat Desa Peganden.

Published
2025-11-05
Section
Articles