Lontar Yusuf sebagai Media Dakwah di Banyuwangi Abad ke-19 hingga ke-21

  • Ikrima Arfi Dania UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Achmad Zuhdi DH UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: lontar yusuf; dakwah islam; banyuwangi; tradisi

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi Mocoan Lontar Yusuf sebagai media dakwah Islam yang hidup di tengah masyarakat Osing Banyuwangi. Permasalahan utama yang diangkat meliputi bagaimana tradisi pembacaan Lontar Yusuf dilaksanakan, pesan-pesan dakwah Islam yang terkandung di dalamnya, serta perannya sebagai sarana dakwah berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keterkaitan antara teks keagamaan, praktik budaya, dan internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial masyarakat Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan antropologi budaya Koentjaraningrat, yang menelaah tiga wujud kebudayaan: ide, tindakan, dan artefak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mocoan Lontar Yusuf tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pelestarian sastra keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen dakwah yang halus dan estetis. Melalui kisah Nabi Yusuf yang dilantunkan dalam tembang macapat, nilai-nilai seperti kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan iman diinternalisasi secara kultural. Dengan demikian, Lontar Yusuf berperan sebagai media dakwah yang adaptif dan humanis, menghadirkan Islam yang damai, membumi, serta selaras dengan kearifan lokal masyarakat Banyuwangi.

Published
2025-11-05
Section
Articles