Penerapan Program Imtiyaz dalam Pengajaran di Pondok Pesantren Al Hidayah Sidoarjo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang penerapan program Imtiyaz sebagai kelas khusus untuk santri baru dipondok pesantren Al Hidayah Sidoarjo. Kelas Imtiyaz merupakan program pembelajaran yang menjadi ciri khas pondok pesantren Al Hidayah Sidoarjo, akan tetapi dalam mempelajari literatur tersebut membutuhkan pemahaman yang lebih dalam. Penerapan program Imtiyaz dapat mengantarkan para santri yang baru masuk di dunia pesantren agar dapat lebih cepat dalam memahami kaidah-kaidah nahwu dan sharaf dengan mudah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selanjutnya diolah menggunakan tehnik porpuseful, yaitu peneliti yang memiilih sendiri narasumber yang sesuai dengan kriteria/syarat informan penelitian. Berikutnya, dalam proses pelaksanaannya yang menggunakan sistem modul 6 jilid al-Miftah Lil Ulum, selain itu para santri juga diwajibkan untuk menghafal nadzam yang ada dalam al-Miftah, al-Fiyah ibnu Malik, dan Shofwatuz Zubad. Dari hasil implementasi yang dilakukan, dalam waktu yang relatif singkat santri dapat membaca kitab gundulan (tanpa harakat dan tanpa makna) beserta dengan tarkib (susunan) serta dalilnya (dasar-dasarnya). Karakteristik kelas Imtiyaz merupakan model pembelajaran yang mengedepankan pendekatan langsung antara kiai dan santri. Model tersebut lazimnya digunakan oleh kiai dan santri dalam mempelajari dan menerjemahkan kitab kuning. Implikasi dari kajian ini diharapkan dapat mendorong bahwa kelas Imtiyaz dapat dilestarikan dan dikembangkan lebih lanjut sebagai suatu sistem pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang penerapan program Imtiyaz sebagai kelas khusus untuk santri baru dipondok pesantren Al Hidayah Sidoarjo. Kelas Imtiyaz merupakan program pembelajaran yang menjadi ciri khas pondok pesantren Al Hidayah Sidoarjo, akan tetapi dalam mempelajari literatur tersebut membutuhkan pemahaman yang lebih dalam. Penerapan program Imtiyaz dapat mengantarkan para santri yang baru masuk di dunia pesantren agar dapat lebih cepat dalam memahami kaidah-kaidah nahwu dan sharaf dengan mudah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selanjutnya diolah menggunakan tehnik porpuseful, yaitu peneliti yang memiilih sendiri narasumber yang sesuai dengan kriteria/syarat informan penelitian. Berikutnya, dalam proses pelaksanaannya yang menggunakan sistem modul 6 jilid al-Miftah Lil Ulum, selain itu para santri juga diwajibkan untuk menghafal nadzam yang ada dalam al-Miftah, al-Fiyah ibnu Malik, dan Shofwatuz Zubad. Dari hasil implementasi yang dilakukan, dalam waktu yang relatif singkat santri dapat membaca kitab gundulan (tanpa harakat dan tanpa makna) beserta dengan tarkib (susunan) serta dalilnya (dasar-dasarnya). Karakteristik kelas Imtiyaz merupakan model pembelajaran yang mengedepankan pendekatan langsung antara kiai dan santri. Model tersebut lazimnya digunakan oleh kiai dan santri dalam mempelajari dan menerjemahkan kitab kuning. Implikasi dari kajian ini diharapkan dapat mendorong bahwa kelas Imtiyaz dapat dilestarikan dan dikembangkan lebih lanjut sebagai suatu sistem pembelajaran.
