Pengaruh Transformasi Tradisi Tayub pada Kemerosotan Moral Masyarakat Islam Era Kolonial

  • Mochamad Fikri Hidayatulloh UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Wasid UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: kolonialisme, moralitas Islam, tayub, transformasi sosial.

Abstract

Penelitian ini menelaah perubahan makna tradisi tayub pada periode kolonial dan pengaruhnya terhadap kemerosotan nilai moral dalam masyarakat Islam di Jawa. Pada awalnya, tayub berperan sebagai ritus agraris dan simbol kesuburan dengan muatan spiritual yang kuat. Namun, pada masa kolonial, tayub mengalami transformasi menjadi bentuk hiburan komersial akibat intervensi kekuasaan dan dinamika modernisasi sosial-ekonomi. Perubahan ini memengaruhi persepsi masyarakat, sehingga tayub yang sebelumnya dianggap kesenian sakral kini dipandang sebagai tontonan profan yang kerap dikaitkan dengan perilaku amoral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-historis dengan metode hermeneutik kultural, melalui analisis arsip kolonial, catatan perjalanan, dan literatur akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi tayub merupakan bentuk komodifikasi budaya yang mencerminkan dominasi kolonial dalam membentuk ulang moralitas dan identitas masyarakat Jawa. Respon masyarakat Islam terhadap perubahan ini beragam, mulai dari penolakan hingga adaptasi agar tetap sejalan dengan nilai-nilai agama. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa pergeseran makna tayub pada masa kolonial berdampak tidak hanya pada aspek seni pertunjukan, tetapi juga pada struktur moral dan budaya masyarakat Islam.

Published
2025-11-05
Section
Articles