Benteng Peluru Kedung Cowek sebagai Saksi Bisu Strategi Militer Jepang di Surabaya (1942-1945): Kondisi Saat ini dan Upaya Pelestarian

  • Intan Nabilah UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Abd. A'la UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Rochimah UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Benteng Peluru, Kedung Cowek, Surabaya.

Abstract

Benteng Peluru atau Benteng Kedung Cowek awalnya dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai tempat penyimpanan peluru dan bagian dari sistem pertahanan pesisir. Letaknya yang strategis di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, memungkinkan pemantauan terhadap ancaman dari arah utara, terutama serangan dari laut. Namun, proyek ini terhenti akibat krisis ekonomi global dan keterbatasan anggaran militer. Meski tidak selesai sepenuhnya, benteng tetap dimanfaatkan oleh Belanda hingga akhirnya diambil alih Jepang pada masa Perang Dunia II melalui perjanjian dengan Hindia Belanda. Jepang memodifikasi struktur benteng dan menggunakannya untuk menyimpan amunisi serta memperkuat sistem pertahanan laut mereka. Awalnya, masyarakat Indonesia menyambut kedatangan Jepang dengan harapan akan kemerdekaan, tetapi kenyataannya Jepang melakukan penjajahan dalam bentuk yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, observasi lapangan, dan analisis sumber sejarah. Tujuannya adalah memahami peran strategis benteng ini dalam konteks militer kolonial dan pendudukan Jepang serta dinamika perjuangan kemerdekaan.

Published
2025-11-05
Section
Articles