Sejarah dan Pemikiran Said Nursi dalam Mursyid asy-Syabab: Implikasi Bagi Pembinaan Karakter Pemuda Islam Kontemporer

  • Dewi Sintiyah UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Muzaiyana UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Said Nursi, Mursyid asy-Syabab, Pembinaan Karakter, Era Kontemporer

Abstract

Setelah runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1924, kekuasaan di Turki beralih kepada Mustafa Kemal Ataturk yang berorientasi pada peradaban Barat, dengan menerapkan sekularisme secara ketat. Umat Islam kehilangan arah politik maupun intelektual, sementara pemudanya terjerumus dalam kemerosotan moral. Melihat situasi ini, Said Nursi berusaha menghidupkan kembali nilai -nilai Islam di tengah arus kebarat-baratan melalui sejumlah tulisan, seperti Mursyid as-Syabab (Tuntunan Generasi Muda) yang berisi kumpulan nasihat Said Nursi yang termaktub dalam Risalah an-Nur. Tulisan ini bertujuan menelaah bagaimana karya tersebut sebagai warisan peradaban Islam kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, yakni dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari buku, artikel, jurnal, serta literatur terkait. Dalam hal ini menunjukkan bahwa Said Nursi memandang pendidikan moral dan spiritual pemuda merupakan pilar utama kebangkitan Islam, melalui penolakan terhadap hedonisme, penanaman keikhlasan, serta penguatan iman. Jika dilihat dari konteks sejarah, karyanya menjadi respons terhadap sekularisasi Turki, sedangkan dalam konteks kontemporer menjadi pijakan yang relevan bagi pemuda Islam dan penguatan peradaban Islam kontemporer

Published
2025-11-05
Section
Articles