Surabaya dan Perkembangan Kawasan Eropa pada Awal Abad ke-20
Abstract
Penelitian ini membahas Surabaya dan Perkembangan Kawasan Eropa pada awal abad ke-20, saat kota tersebut mengalami perubahan besar menjadi pusat ekonomi dan pelabuhan modern di Hindia Belanda. Melalui kebijakan tata ruang kolonial, pemerintah Belanda menerapkan sistem pemisahan area tempat tinggal berdasarkan ras dan status sosial. Kawasan seperti Darmo, Ketabang, dan Simpang dibangun dengan konsep garden city bergaya Eropa, dilengkapi infrastruktur modern seperti jalan-jalan lebar, taman, dan sistem drainase yang tertata baik. Sementara itu, penduduk pribumi dan kelompok etnis lainnya ditempatkan di area terpisah dengan kondisi sosial ekonomi yang jauh lebih rendah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif serta analisis spasial-historis untuk menelusuri keterkaitan antara kebijakan kolonial, perkembangan ekonomi, dan struktur sosial di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan permukiman Eropa mencerminkan modernitas kolonial yang disertai ketimpangan sosial. Walaupun membawa kemajuan dalam tata kota, kebijakan kolonial tersebut juga memperkuat pemisahan sosial yang dampaknya masih terlihat dalam struktur ruang dan identitas Surabaya masa kini.
