Menelisik Jejak Kupatan Kampung Pekauman Gresik: Sejarah serta Eksistensinya pada Masa Kontemporer

  • Abdul Halim Hasan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Muzaiyana UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Kupatan, Pekauman, Idul Fitri, Tradisi, Puasa Syawal

Abstract

Tradisi kupatan di Kampung Pekauman, Gresik, merupakan tradisi lebaran kupatan yang unik dan berbeda dengan lebaran pada umumnya. Perbedaanya,  masyarakat Pekauman tidak melakukan silaturahim keliling kampung setelah sholat Idul fitri, melainkan masyarakat Pekauman melanjutkan Puasa Syawal. Puasa Syawal yang dimaksud ialah puasa sunnah enam hari pasca hari raya Idul fitri. Penelitian ini bertujuan menelusuri jejak historis tradisi kupatan terbentuk di Pekauman, lalu  proses pelaksanaan tradisi Kupatan Pekauman, serta bagaimana eksistensi keberadaannya dalam kehidupan masyarakat modern. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengandalkan wawancara mendalam dengan tetua kampung pekauman, serta beberapa sumber pendukung seperti dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tradisi Kupatan Pekauman milik tokoh masyarakat setempat, dan beberapa sumber berita yang tertera di internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah melaksanakan puasa sunnah di Bulan Syawal, masyarakat Pekauman barulah menggelar tradisi tahunan yang dikenal sebagai Kupatan Pekauman yakni sebuah bentuk perayaan khas sebagai pemuncak lebaran Idul fitri. Tradisi kupatan Pekauman ini masih terjaga dan lestari hingga kini, dengan penambahan terobosan baru dari warga setempat yakni istigasah sekaligus kirim doa bersama di langgar terdekat, hal tersebut dimaksudkan untuk meluaskan jangkauan interaksi dan keterbukaan masyarakat Pekauman bagi orang-orang yang ingin mengenal tradisi Kupatan Pekauman.

Published
2025-11-05
Section
Articles