Literasi Sarinah dalam Kehidupan Sosial-Budaya Moderen: Konflik dan Peranannya
Abstract
Sarinah adalah topik yang pernah dibawakan oleh Ir. Soekarno. Melihat tentang peranan perempuan dan laki-laki yang seharusnya sejajar. Menilik kembali fungsi yang sesungguhnya dari peran perempuan dan laki-laki. Sejalan dengan kehidupan sosial moderen, semakin banyak perdebatan mengenai hak perempuan dan laki-laki. Secara biologis, perempuan dan laki-laki memiliki fungsi yang berbeda. Masalah yang sesungguhnya bukan terletak pada sisi biologis, tapi dari sosial-budaya. Ketimpangan sosial-budaya ini yang menjadi awal mula pincangnya nilai kemanusiaan. Realita sosial juga membuktikan bahwa perempuan masih dipinggirkan dan terkekang oleh tradisi. Hal ini juga tidak lepas dari isu “Matriarchat dan Patriarchat”. Di bawah tradisi, perempuan dianggap tidak memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah seperti laki-laki. Fenomena ini juga ditanggapi dengan fenomena lainnya, bahwasannya perempuan memiliki peran yang penting. Pentingnya peran perempuan sama pentingnya dengan peran laki-laki. Tidak ada yang harus dihinakan dan direndahkan diantara keduanya. Penulisan ini bertujuan untuk menilik kembali peran perempuan dan laki-laki. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah munculnya pergerakan dan pemberdayaan perempuan yang berjalan selaras dengan laki-laki.
