Genosdia Srebrenica: Pertarungan Identitas Agama dan Politik
Abstract
Penelitian ini membahas genosida Srebrenica tahun 1995 sebagai puncak dari konflik etnis dan politik identitas di Bosnia dan Herzegovina setelah runtuhnya Yugoslavia. Penelitian ini berfokus untuk menelusuri penyebab pecahnya perang Bosnia, peran politik identitas dalam pembersihan etnis, serta alasan terjadinya genosida meskipun Srebrenica berada di bawah perlindungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menggunakan metode penelitian sejarah atau heuristik dan analisis deskriptif terhadap sumber primer dan sekunder, penelitian ini juga menerapkan teori identitas sosial dari Henri Tajfel dan John Turner untuk menjelaskan bagaimana perbedaan identitas agama dan etnis dimanipulasi menjadi alat politik yang memecah masyarakat multietnis Bosnia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perang Bosnia dipicu oleh runtuhnya struktur politik Yugoslavia, krisis ekonomi, serta kebangkitan nasionalisme etnis yang dimanfaatkan oleh elite politik untuk memperluas kekuasaan. Identitas agama dan etnis digunakan sebagai alat propaganda dan pembenaran kekerasan yang berkembang menjadi pembersihan etnis terhadap Muslim Bosnia. Tragedi Srebrenica terjadi akibat lemahnya mandat PBB, ketimpangan militer akibat embargo senjata, serta kegagalan komunitas internasional dalam bertindak tegas. Kajian ini menegaskan bahwa politik identitas tanpa tanggung jawab kemanusiaan dapat melahirkan kekerasan struktural dan tragedi kemanusiaan berskala besar.
