Tradisi Ziarah ke Makam Sunan Bonang: Kajian Sejarah Sosial Keagamaan Masyarakat Tuban
Abstract
Tradisi ziarah makam wali merupakan salah satu ekspresi keagamaan yang mendalam bagi masyarakat Islam Nusantara, terutama di kalangan penganut Ahlussunnah wal Jamaah. Ziarah ke makam Sunan Bonang di Kabupaten Tuban menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa Wali Songo yang berperan penting dalam menyebarkan Islam di Jawa. Lebih dari sekadar ritual spiritual, tradisi ini mencerminkan hubungan harmonis antara aspek teologis, sosial, dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap asal-usul dan makna dari tradisi ziarah ke makam Sunan Bonang, mendeskripsikan bentuk ritual dan aktivitas keagamaan yang menyertainya, serta perkembangan dan dampak sosial keagamaan tradisi ziarah makam Sunan Bonang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang bersifat historis dan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan juru kunci makam Sunan Bonang, observasi lapangan terhadap kegiatan ziarah, serta dokumentasi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ziarah makam Sunan Bonang berakar pada ajaran Islam tentang ziarah kubur sebagai sarana mengingat kematian dan memperkuat keimanan. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini diwujudkan melalui kegiatan keagamaan seperti tahlil akbar, istighosah, pengajian, dan haul tahunan yang memperkuat spiritualitas dan solidaritas sosial masyarakat. Seiring perkembangan zaman, tradisi ini juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan, terutama dalam sektor wisata religi dan pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan demikian, tradisi ziarah makam Sunan Bonang berfungsi sebagai media pelestarian nilai-nilai keislaman sekaligus penguat sosial budaya masyarakat Tuban.
