Jaringan Intelektual Islam dan Dinamika Pembaharuan Pemikiran di Nusantara pada Abad Modern

  • Nanang Indragiri UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Jaringan Intelektual Islam, Nusantara, Pembaharu

Abstract

Pada abad modern, terbentuk sebuah jaringan intelektual yang kuat antara ulama dari Kepulauan Nusantara (wilayah Melayu-Indonesia) dan pusat-pusat keilmuan Islam di Timur Tengah, khususnya Haramain (Makkah dan Madinah). Jaringan ini memainkan peran penting dalam transmisi ilmu keislaman, pembaruan pemikiran, dan pembentukan identitas keagamaan di kawasan Nusantara. interaksi intelektual antara ulama Nusantara dan Timur Tengah memengaruhi arah pembaruan Islam dalam konteks sosial, politik, dan budaya lokal. Hubungan antara transmisi ilmu keislaman, mobilitas ulama, dan penerimaan ide-ide modernisme Islam dari tokoh seperti Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rashid Ridha memberikan kontribusi dalam pembaharuan pemikiran yang diadaptasi oleh tokoh-tokoh di Nusantara seperti Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, dan Abdul Karim Amrullah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan ulama menjadi wahana penting dalam proses transformasi intelektual, pendidikan, dan sosial di dunia Islam Nusantara. Selain itu, pembaruan yang terjadi tidak bersifat imitasi, melainkan hasil dialektika kreatif antara tradisi keilmuan Islam klasik dan modernitas. Kajian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman historis mengenai konstruksi identitas keislaman Indonesia yang moderat, rasional, dan kontekstual.

Published
2025-11-05
Section
Articles