Masjid Krue Se Pattani: Jejak Arsitektur Islam di Asia Tenggara dan Identitas Keislaman Masyarakat Melayu Thailand Selatan
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang eksistensi Masjid Krue Se di Pattani, Thailand Selatan, sebagai warisan arsitektur Islam sejak 1514 pada masa Sultan Muzaffar Shah. Eksistensi masjid tersebut merepresentasikan interaksi antara budaya Islam dan masyarakat Melayu yang hingga hari ini terjaga dan tetap berdiri kokoh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter arsitektur dan nilai sosial-keagamaan yang terkandung dalam bangunan masjid sebagai simbol identitas masyarakat Muslim minoritas di Pattani, Thailand. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan langsung (dokumentasi visual tahun 2025) dan studi literatur terhadap sumber sejarah lokal serta penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Krue Se cukup terjaga keasliannya, dibuktikan melalui struktur bata merah tanpa plester, dinding tebal, serta pintu dan jendela dengan lengkung runcing (pointed arch) yang menunjukkan pengaruh Timur Tengah. Elemen-elemen ini mencerminkan fase awal arsitektur Islam di Asia Tenggara sebelum munculnya bentuk berkubah besar. Selain itu, temuan lapangan menunjukkan adanya fungsi sosial baru dari masjid sebagai pusat peringatan sejarah dan simbol perlawanan kultural terhadap kebijakan asimilasi nasional Thailand. Masyarakat Pattani memaknai masjid ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat memori kolektif umat Islam Melayu yang mempertahankan identitasnya di tengah dominasi politik non-Muslim.
