Pemikiran Ahmad Hasan dan Soekarno tentang Islam dan Negara: Kritik dalam Konteks Keindonesiaan Modern

  • Sholahul Robbani Hidayat UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Ahmad Hasan, Soekarno, Pemikiran, Islam, Negara

Abstract

Hubungan antara Islam dan negara merupakan isu sentral dalam sejarah intelektual Indonesia. Artikel ini membandingkan dan menganalisis pemikiran Ahmad Hasan dan Soekarno mengenai relasi antara agama dan kenegaraan dalam kerangka pembentukan identitas keindonesiaan modern. Ahmad Hasan direpresentasikan sebagai tokoh yang menekankan kepatuhan pada teks syariat sebagai dasar normatif kehidupan politik, sedangkan Soekarno ditampilkan sebagai perumus nasionalisme yang merumuskan Pancasila sebagai wadah pluralitas dan kohesi kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-komparatif dan analisis kritis-normatif, dengan memanfaatkan kerangka teoretis Post-Islamism (Asef Bayat) dan Public Religion (José Casanova) untuk membaca relevansi gagasan kedua tokoh dalam konteks modernitas, demokrasi, dan pluralisme. Temuan menunjukkan bahwa pemikiran Ahmad Hasan dan Soekarno memberikan kontribusi penting—baik sebagai sumber normatif maupun ideologis—yang saling melengkapi dan kadang bertemu pada ketegangan konseptual. Artikel ini menempatkan perbedaan dan persilangan gagasan tersebut sebagai bahan refleksi produktif, dan mengakhiri diskusi dengan pelajaran normatif mengenai keterbatasan manusiawi dalam berpikir serta pentingnya belajar dari perbedaan untuk membangun paradigma keindonesiaan yang lebih inklusif dan adaptif.

Published
2025-11-05
Section
Articles