Humanisme Tauhidi Ali Syari’ati dan Relevansinya terhadap Pemberontakan Petani Banten 1888

  • Ahmad Baharuddin Hanafi UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Wasid UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Ali Syari'ati, Humanisme, Islam, Keadilan, Pemberontakan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep humanisme tauhidi Ali Syari’ati dan relevansinya dalam memahami peristiwa Pemberontakan Petani Banten 1888 sebagaimana ditulis oleh Sartono Kartodirdjo. Humanisme tauhidi merupakan konsep kemanusiaan yang berpijak pada prinsip tauhid, di mana Tuhan menjadi pusat nilai dan manusia berperan sebagai khalifah yang bertanggung jawab menegakkan keadilan sosial. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode analisis pustaka, penelitian ini mengkaji karya Ali Syari’ati yang membahas dimensi spiritual dan sosial manusia, kemudian membandingkannya dengan konteks sosial historis perlawanan rakyat Banten terhadap penindasan kolonial. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlawanan petani Banten tidak semata reaksi spontan terhadap penderitaan ekonomi, tetapi mencerminkan kesadaran moral dan spiritual sebagaimana dimaknai dalam kerangka humanisme tauhidi Ali Syari’ati. Kesadaran ini menegaskan pentingnya iman yang aktif, yakni iman yang diwujudkan dalam perjuangan menegakkan kemanusiaan dan keadilan. Dalam konteks Indonesia modern, nilai-nilai humanisme tauhidi tetap relevan sebagai paradigma pembebasan sosial yang menolak ketimpangan dan dehumanisasi struktural. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa perpaduan antara kajian historis dan pemikiran teologis dapat memberikan perspektif baru dalam memahami dinamika perjuangan rakyat terhadap ketidakadilan.

Published
2025-11-05
Section
Articles