Transformasi Tradisi Brayaan Maulid Nabi Muhammad Saw dari Gen X - Gen Alpha di Desa Tambaksumur, Waru, Sidoarjo

  • Zalfaa’ Naura Fiytarof UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Muzaiyana UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Brayaan, Generasi, Maulid Nabi, Tambaksumur, Tradisi.

Abstract

Kelahiran Nabi Muhammad Saw merupakan peristiwa agung yang selalu dirayakan oleh umat Islam dengan penuh suka cita. Di desa Tambaksumur, Waru, Sidoarjo, terdapat tradisi untuk memeriahkan peristiwa kelahiran Nabi Muhammad Saw ini, yang dikenal dengan tradisi brayaan. Tradisi yang sudah dilalui oleh berbagai generasi usia selama bertahun-tahun lamanya. Tradisi brayaan ini dimulai bulan Rabiul Awwal dengan berbagai kegiatan, seperti khataman Al Qur’an bersama, pembacaan dhiba’ serta barzanji, berbagi makanan, memberikan uang atau peralatan rumah tangga. Penelitian ini berfokus pada bagaimana praktik tradisi brayaan, bentuk perubahan yang terjadi pada tradisi tersebut selama ini dan faktor transformasi tradisi brayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif historis-etnografis dengan wawancara terhadap masyarakat setempat, observasi langsung dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah penulis menemukan bahwa tradisi brayaan ini bukan hanya sebagai tempat berkumpul melestarikan tradisi yang telah mengakar tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat keimanan terhadap agama yang dianut. Perubahan-perubahan yang ada adalah gagasan atau cara untuk memikat warga sekitar dari semua generasi  usia supaya ikut memeriahkan tradisi ini. Peralihan tersebut merupakan cara masyarakat desa Tambaksumur untuk tetap menjaga kearifan lokal tradisi brayaan ditengah semakin beragamnya penduduk yang datang di desa tersebut.

Published
2025-11-05
Section
Articles