Transformasi dan Upaya Pelestarian Wayang Kulit: Dari Budaya Lokal-Dakwah ke Digital-Dakwah

  • Hisyam Alwi Wahyudi UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Dakwah, Globalisasi, Nilai Budaya, Pelestarian, Wayang Kulit

Abstract

Wayang kulit merupakan warisan budaya tak benda yang memiliki nilai religius, pendidikan, moral, hingga identitas kebangsaan. Penelitian ini berangkat dari permasalahan menurunnya minat generasi muda terhadap wayang kulit di tengah arus globalisasi, meskipun seni ini telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 2003. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perjalanan sejarah wayang kulit, fungsi dan nilai-nilai yang dikandungnya, pengaruh Islam terhadap perkembangannya, serta tantangan dan upaya pelestarian di era modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber tertulis, seperti prasasti, karya sastra klasik, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wayang kulit tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media dakwah, pendidikan moral, dan penguatan identitas budaya bangsa. Pengaruh Walisongo, khususnya Sunan Kalijaga, memperlihatkan akulturasi antara Islam dan budaya lokal yang memperkaya isi cerita pewayangan. Namun, globalisasi dan budaya populer modern menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan seni ini. Upaya pelestarian melalui inovasi pertunjukan, pendidikan, media digital, dan kolaborasi antar pihak menjadi kunci untuk menjaga eksistensi wayang kulit di masa depan.

Published
2025-11-05
Section
Articles