Nyai Ahmad Dahlan dan Transformasi Peran Gender: Pemberdayaan Perempuan Muslim dalam Peradaban Muhammadiyah 1917-1945 M
Abstract
Dalam konteks peradaban Islam reformis di Indonesia pada masa kolonial, Nyai Ahmad Dahlan (Siti Walidah) tampil sebagai tokoh sentral yang menginisiasi transformasi sosial dan keagamaan, khususnya dalam dinamika peran perempuan Muslim. Penelitian ini berfokus pada kiprah dan pemikiran beliau dalam mendirikan organisasi perempuan ‘Aisyiyah pada tahun 1917, yang menjadi bagian integral dari gerakan pembaruan Islam Muhammadiyah. Dengan menggunakan pendekatan sejarah sosial, penelitian ini memanfaatkan sumber primer berupa arsip organisasi, dokumen biografis, dan catatan pengajaran, serta didukung sumber sekunder dari karya akademik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan Nyai Ahmad Dahlan tidak hanya menantang sistem patriarki tradisional dan dominasi kolonial, tetapi juga menghadirkan paradigma baru dalam pemahaman Islam yang menempatkan perempuan sebagai subjek aktif dakwah dan pendidikan. Melalui kegiatan ‘Aisyiyah, beliau mendorong terciptanya ruang pendidikan, pengabdian sosial, dan dakwah berbasis kesetaraan yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan peradaban Muhammadiyah. Penelitian ini menegaskan bahwa peran Nyai Ahmad Dahlan memiliki kontribusi signifikan terhadap evolusi identitas Islam Nusantara, terutama dalam membangun kesadaran gender yang adil dan berkeadaban. Temuan ini memberikan pijakan penting bagi penguatan gerakan perempuan Muslim kontemporer dalam melanjutkan misi reformasi sosial-religius di Indonesia.
