Tradisi Sanggring di Gumeno: Kajian Historis dan Religius dalam Tradisi Islam Lokal di Gresik

  • Machalul Afandi Husaeni UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Dwi Susanto UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: budaya, dakwah, desa gumeno, kolak ayam, tradisi

Abstract

Kolak Ayam atau biasa di kenal dengan tradisi Sanggring merupakan tradisi yang telah menginjak usia hampir 490 tahun dan hingga saat ini tetap dilaksanakan tepatnya di laksanakan pada malam 23 bulan romadhan di Desa Gumeno Gresik, dari sana banyak makna historis dan religius dalam konteks Islam yang terkandung, khususnya bagi masyarakat Desa Gumeno. Tradisi Sanggring yang menyajikan Kolak Ayam bukan hanya sekedar sajian khas, tapi juga sebagai ritual keislaman tepatnya peringatan penyambutan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengulik historis Kolak Ayam, nilai Islam yang ada didalamnya serta bagaimana peranan tradisi ini bagi masyarakan desa Gumeno. Dengan pendekatan historis serta etnografi, bisa di simpulkan bahwa tradisi ini bisa di kaitkan dengan dakwa Wali Songo, tepatnya Sunan Giri, dengan menggunakan makanan sebagai media dakwanya. Kolak Ayam, menjadi sebuah paduan yang selaras sebagai refleksi cita rasa, praktik ritual serta nilai-nilai historis dan keislaman, yang masih terjaga dan di wariskan sebagai sebuah perwujudan ekpresi dari agama serta kebudayaan setempat. Sehingga Kolak Ayam (Sanggring) merupakan sebuah perwujudan dari perpaduan antara historis, aspek keagamaan serta dapat menjadi jati diri Islam lokal. Tradisi yang terjaga ini juga melihatkan bagaimana peran kuliner sebagai media penyebaran ajaran Islam, upaya pengobatan dan juga pelestarian budaya.

Published
2025-11-05
Section
Articles