Reintegrasi Sastra dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam untuk Membangun Ekosistem Pembelajaran Mendalam
Abstract
Pendidikan Agama Islam (PAI) selama ini cenderung berfokus pada aspek normatif-dogmatis seperti fiqh, aqidah, al-Qur’an- hadis, dan sejarah peradaban Islam, sementara sastra Arab sebagai medium utama ekspresi cinta dan nilai spiritual dalam peradaban Islam mengalami marginalisasi. Artikel ini bertujuan untuk mengusulkan reintegrasi sastra Arab ke dalam kurikulum PAI sebagai strategi menyemai “kurikulum berbasis cinta” dalam ekosistem pembelajaran mendalam. Melalui pendekatan kajian literatur dan analisis konseptual, artikel ini menemukan bahwa sastra Arab kaya akan nilai cinta ilahi, kemanusiaan, dan keadilan yang relevan dengan tujuan pendidikan karakter. Namun, kurikulum dan praktik pembelajaran saat ini belum memanfaatkan potensi tersebut, sehingga menghasilkan kesenjangan afektif dalam penghayatan nilai agama. Artikel ini merekomendasikan model integrasi tematik-naratif dan respons emosional berbasis media digital sebagai langkah konkret. Reintegrasi sastra bukan hanya memperkaya muatan PAI, tetapi juga menghidupkan kembali dimensi afektif dan spiritual yang esensial dalam pendidikan Islam kontemporer.
References
Arkoun, Mohammed, and Robert D. Lee. 2019. Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers. doi:10.4324/9780429304651.
Baharudin, Yusuf Hasan. 2021. “Pemikiran Pendidikan Islam Yang Membebaskan.” Nizham Journal of Islamic Studies 9(02). doi:10.32332/nizham.v9i02.4310.
Fauzi, Anis, and Ila Nurlaila. 2017. “KOMPETENSI GURU PAI DAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI
KEAGAMAAN.” TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam 12(1).
doi:10.19105/tjpi.v12i1.1289.
Fullan, Michael, and Maria Langworthy. 2011. 15 Journal of Bodywork and Movement Therapies A Rich Seam How New Pedagogies Find Deep Learning.
Handrihadi, Ayub, Arifuddin Ahmad, and Rahmi Dewanti Palangkey. 2023. “Hakikat Dan Tujuan Pendidikan Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam.” Al-Urwatul: kajian Pendidikan Islam 3(1).
Ismail, Ismail. 2016. “PERADABAN ISLAM NUSANTARA (KAJIAN SASTRA
SUFI MELAYU).” Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
(1). doi:10.29300/ttjksi.v1i1.863.
Parray, Tauseef Ahmad. 2010. “Islam, Secularism, and Liberal Democracy.”
American Journal of Islam and Society 27(3). doi:10.35632/ajis.v27i3.1307.
Ridwan, and Nur Aisyah. 2022. “Konsep Pendidikan Akhlak Pemikiran Ibnu Miskawaih Dalam Kitab Tahdzib Al-Akhlak.” Bashrah 2(1). doi:10.58410/bashrah.v2i1.445.
Rosenblatt, Louise M. 2005. “From Literature as Exploration and The Reader, the Text, the Poem.” Voices from the Middle 12(3). doi:10.58680/vm20054698.
Siti Hawa. 2022. “PENDIDIK DALAM PRESPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN
ISLAM.” JURNAL AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam 15(2). doi:10.58645/jurnalazkia.v15i2.19.
Stanikzai, Mohammad Ismail. 2023. “Critical Thinking, Collaboration, Creativity and Communication Skills among School Students: A Review
Paper.” European Journal of Theoretical and Applied Sciences 1(5). doi:10.59324/ejtas.2023.1(5).34.
Sunhaji, Sunhaji. 1970. “SASTRA DALAM TRADISI PENDIDIKAN ISLAM.”
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya 13(1). doi:10.24090/ibda.v13i1.490.
Viczko, Melody. 2016. “A Rich Seam: How New Pedagogies Find Deep Learning , by Michael Fullan and Maria Langworthy .” Leadership and Policy in Schools 15(2). doi:10.1080/15700763.2015.1073331.
Wulandari, Ririn Ayu. 2015. “Sastra Dalam Pembentukan Karakter Siswa.”
Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya 2(2).
“‘You Gotta Be the Book’: Teaching Engaged and Reflective Reading with
Adolescents.” 2008. Choice Reviews Online 45(09). doi:10.5860/choice.45- 5124.
Copyright (c) 2025 Miftahul Mufid, Khusnul Khotimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


